Harga emas terus mengalami penurunan intraday karena geopolitik dan spekulasi kenaikan suku bunga Fed menopang dolar AS.
Emas (XAU/USD) melanjutkan penurunan intraday yang stabil menjelang sesi Eropa pada hari Selasa dan tetap dekat dengan level terendah sejak 30 Maret, yang ditetapkan sehari sebelumnya. Terlepas dari harapan baru untuk potensi kesepakatan perdamaian AS-Iran, investor tetap skeptis di tengah perbedaan pendapat besar mengenai program nuklir Teheran dan Selat Hormuz. Lebih lanjut, ekspektasi hawkish dari Federal Reserve AS (Fed) membantu Dolar AS (USD) untuk mendapatkan kembali momentum positif dan bertindak sebagai penghambat bagi emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran atas permintaan Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Trump lebih lanjut menambahkan bahwa negosiasi tidak sedang berlangsung, yang memicu optimisme atas kesepakatan diplomatik yang telah lama sulit dicapai untuk mengakhiri konflik Iran. Reaksi pasar sejauh ini cenderung tenang di tengah sinyal yang beragam. Bahkan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menanggapi peringatan Trump tentang "waktu terus berjalan" dan bersumpah untuk tidak tunduk pada kekuatan mana pun, dan menambahkan bahwa Teheran telah memasuki dialog dengan bermartabat, berwibawa, dan dengan menjaga hak-hak bangsa. Di sisi lain, Trump mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan militer AS untuk tetap siap melakukan serangan skala penuh terhadap Iran jika kesepakatan tidak tercapai. Hal ini membuat risiko geopolitik tetap ada dan mendukung status dolar AS sebagai mata uang cadangan.
Sementara itu, pasar telah sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan penurunan suku bunga Fed untuk sisa tahun 2026. Sebaliknya, mereka sekarang bertaruh pada setidaknya satu kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi energi dan konsumen. Alat FedWatch dari CME Group menunjukkan hampir 40% kemungkinan bahwa bank sentral AS akan menaikkan biaya pinjaman sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan kebijakan Desember. Selain itu, kekhawatiran inflasi dan fiskal membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang 30 tahun mendekati level tertinggi sejak 2023, yang ternyata menjadi faktor lain yang mendukung dolar AS dan melemahkan permintaan harga emas. Namun, para pedagang tampaknya ragu-ragu dan menantikan rilis Risalah FOMC pada hari Rabu untuk petunjuk lebih lanjut tentang jalur suku bunga Fed sebelum memasang taruhan arah pada pasangan XAU/USD.
Sementara itu, fokus pasar akan tetap tertuju pada perkembangan lebih lanjut seputar krisis Timur Tengah, yang dapat memicu volatilitas di seluruh pasar keuangan global dan memberikan dorongan pada logam mulia. Meskipun demikian, latar belakang fundamental yang disebutkan di atas tampaknya condong mendukung para trader yang bersikap bearish, menunjukkan bahwa jalur termudah bagi harga emas adalah ke arah penurunan.
Share this Post



