@ p e f . i n d o n e s i a
Berbagai Fasilitas Menarik
  • 12 Hour
  • 54 Minutes
  • 32 Sec

Free Trading Tools Berbasi AI!

gift box gift box circle circle not found not found gift box dots shape
not found
  • 24 Days
  • 10 Hour
  • 45 Minutes
  • 10 Sec
Daftar Sekarang
not found
Free Merchandise Wellcome Bonus

Tanpa syarat LOT

Klaim Sekarang
Trading Tools Tools AI Pertama di Indonesia

Biarkan AI Membantu Anda

Coba Gratis
Hadiah Menarik lainnya Tanpa

Diundi

Daftar Sekarang

Trading anti Delay hanya di PEF Indonesia

Contact Info

PT. Premier Equity Futures

(021) 50301028

cs@premierequityfutures.co.id

feature
author
Author Name
PEF Indonensia
Categories
Market Mover
Date
27/04/2026

Harga emas kesulitan memanfaatkan kenaikan kecil intraday di tengah kebuntuan antara AS dan Iran.

Emas (XAU/USD) menguat di atas $50 dari wilayah $4.672, atau titik terendah sesi Asia pada hari Senin, meskipun tidak ada pembelian lanjutan. Laporan menunjukkan bahwa Iran memberikan proposal baru kepada AS tentang pembukaan kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan negosiasi nuklir ditunda ke tahap selanjutnya. Hal ini menghidupkan kembali harapan untuk pembicaraan perdamaian AS-Iran dan melemahkan status dolar AS (USD) sebagai mata uang cadangan, yang pada gilirannya bertindak sebagai pendorong bagi komoditas tersebut.

Optimisme tersebut memberikan tekanan ke bawah pada harga minyak mentah dan meredakan kekhawatiran inflasi, membuka peluang setidaknya satu kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) oleh Federal Reserve AS (Fed) pada tahun 2026. Hal ini menjadi faktor lain yang membebani dolar AS dan menguntungkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Namun, kombinasi beberapa faktor mungkin akan menahan para trader untuk melakukan taruhan bullish agresif pada pasangan XAU/USD dan membatasi pergerakan apresiasi yang signifikan.

Lalu lintas melalui Selat Hormuz sebagian besar masih terblokir karena pembatasan pergerakan oleh Iran dan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Selain itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia telah memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah di Lebanon secara agresif. Hal ini membuat risiko geopolitik tetap ada, yang seharusnya membatasi kerugian harga minyak mentah dan USD sebagai aset safe-haven, sehingga perlu kehati-hatian sebelum mengambil posisi untuk pergerakan naik lebih lanjut pada pasangan XAU/USD.

Para pedagang juga tampak enggan dan memilih untuk bersikap netral menjelang pertemuan kebijakan FOMC dua hari yang krusial, yang dimulai pada hari Selasa. Investor akan mencari petunjuk lebih lanjut tentang jalur kebijakan Fed di tengah inflasi yang masih tinggi dan aktivitas ekonomi AS yang tangguh. Prospek tersebut , pada gilirannya, akan memainkan peran kunci dalam mendorong permintaan USD. Selain itu, perkembangan seputar saga AS-Iran seharusnya berkontribusi pada peningkatan volatilitas dan memberikan dorongan yang berarti pada pasangan XAU/USD.

Sementara itu, premi emas di India naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua setengah bulan pekan lalu karena pasokan yang terbatas. Selain itu, emas batangan diperdagangkan dengan premi $9 hingga $12 per ons di China, naik dari premi minggu sebelumnya sebesar $3 hingga $6 di tengah peningkatan permintaan fisik dan minat beli baru, yang semakin menguntungkan para pembeli. Hal ini, pada gilirannya, mendukung kemungkinan kenaikan lebih lanjut untuk pasangan XAU/USD dan menunjukkan bahwa penurunan intraday lebih mungkin untuk dibeli dan tetap terbatas.

Chat With AI
bg shape circle circle

Daftar sekarang dan Mulai Perjalanan trading Anda bersama PEF Indonesia!