@ p e f . i n d o n e s i a
Berbagai Fasilitas Menarik
  • 12 Hour
  • 54 Minutes
  • 32 Sec

Free Trading Tools Berbasi AI!

gift box gift box circle circle not found not found gift box dots shape
not found
  • 24 Days
  • 10 Hour
  • 45 Minutes
  • 10 Sec
Daftar Sekarang
not found
Free Merchandise Wellcome Bonus

Tanpa syarat LOT

Klaim Sekarang
Trading Tools Tools AI Pertama di Indonesia

Biarkan AI Membantu Anda

Coba Gratis
Hadiah Menarik lainnya Tanpa

Diundi

Daftar Sekarang

Trading anti Delay hanya di PEF Indonesia

Contact Info

PT. Premier Equity Futures

(021) 50301028

cs@premierequityfutures.co.id

feature
author
Author Name
PEF Indonensia
Categories
Market Mover
Date
04/06/2026

Emas kesulitan memanfaatkan kenaikan intraday karena risiko Iran dan prediksi The Fed membatasi pelemahan USD.

Emas (XAU/USD) mempertahankan kenaikan pemulihan moderat sepanjang sesi Asia pada hari Kamis, meskipun kurang mendapat tindak lanjut dan tetap berada di dalam level tertinggi hari sebelumnya. Gencatan senjata Israel-Lebanon memicu aksi ambil untung di sekitar Dolar AS (USD) dan mendukung komoditas tersebut. Namun demikian, kurangnya terobosan dalam negosiasi diplomatik AS-Iran dan permusuhan yang kembali terjadi di Timur Tengah membuat risiko geopolitik tetap berperan, yang seharusnya membantu membatasi kerugian USD. Lebih lanjut, ekspektasi bahwa harga minyak yang tinggi dapat mempercepat inflasi dan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama menahan para pelaku pasar bullish untuk melakukan taruhan agresif pada logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini.

Israel dan Lebanon sepakat untuk menerapkan gencatan senjata setelah pembicaraan yang dipimpin AS di Washington pada hari Rabu. Pernyataan bersama pada hari Rabu mengatakan bahwa gencatan senjata tersebut bergantung pada penghentian total tembakan oleh Hizbullah yang didukung Iran serta evakuasi anggota kelompok tersebut dari Lebanon selatan. Selain itu, Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Partai Republik menyetujui resolusi yang bertujuan untuk mencegah Presiden Donald Trump mengambil tindakan militer lebih lanjut di Iran. Hal ini meningkatkan harapan akan kesepakatan untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran yang telah berlangsung selama tiga bulan, memicu penurunan moderat USD setelah kenaikan kuat semalam ke level terkuatnya sejak 7 April dan menguntungkan emas.

Sementara itu, sebuah laporan dari The Jerusalem Post menunjukkan bahwa keterlibatan diplomatik antara AS dan Iran menemui hambatan di tengah tuntutan keras Teheran untuk pencairan modal segera di awal proses. Selain itu, para pejabat senior AS tetap teguh bahwa AS tidak akan mencairkan dana apa pun di awal tanpa langkah signifikan dari Iran terkait isu nuklir dan Selat Hormuz, sehingga meredam optimisme terbaru. Hal ini, bersama dengan ekspektasi terhadap kebijakan hawkish Federal Reserve (Fed), mungkin akan menahan para pelaku pasar yang pesimis terhadap USD untuk melakukan taruhan agresif dan membatasi apresiasi lebih lanjut untuk harga emas, yang masih jauh di bawah angka psikologis $4.500.

Para pedagang kini menantikan rilis data Klaim Pengangguran Mingguan AS dan pidato-pidato dari anggota FOMC yang berpengaruh untuk mendapatkan dorongan di sesi perdagangan Amerika Utara. Namun, fokus tetap akan tertuju pada rincian ketenagakerjaan bulanan AS, yang dikenal sebagai laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Jumat, yang seharusnya memberikan lebih banyak petunjuk tentang arah kebijakan The Fed. Selain itu, berita geopolitik yang akan datang mungkin terus memicu volatilitas di pasar keuangan global, yang pada gilirannya akan mendorong USD dan harga emas dalam jangka pendek.

Chat With AI
bg shape circle circle

Daftar sekarang dan Mulai Perjalanan trading Anda bersama PEF Indonesia!