@ p e f . i n d o n e s i a
Berbagai Fasilitas Menarik
  • 12 Hour
  • 54 Minutes
  • 32 Sec

Free Trading Tools Berbasi AI!

gift box gift box circle circle not found not found gift box dots shape
not found
  • 24 Days
  • 10 Hour
  • 45 Minutes
  • 10 Sec
Daftar Sekarang
not found
Free Merchandise Wellcome Bonus

Tanpa syarat LOT

Klaim Sekarang
Trading Tools Tools AI Pertama di Indonesia

Biarkan AI Membantu Anda

Coba Gratis
Hadiah Menarik lainnya Tanpa

Diundi

Daftar Sekarang

Trading anti Delay hanya di PEF Indonesia

Contact Info

PT. Premier Equity Futures

(021) 50301028

cs@premierequityfutures.co.id

feature
author
Author Name
PEF Indonensia
Categories
Market News
Date
05/08/2024

WTI Jatuh Mendekati $73,00 meski Ada Peningkatan Risiko Pasokan karena Ketegangan di Timur Tengah

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar $73,10 per barel, melanjutkan penurunan ke posisi terendah dalam enam bulan terakhir pada hari Senin. Namun, penurunan harga minyak dapat dibatasi karena meningkatnya risiko pasokan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Harga Minyak Mentah mendapat dukungan dari konflik yang sedang berlangsung di Gaza, dengan serangan udara Israel menghantam dua sekolah dan mengakibatkan sedikitnya 30 korban jiwa pada hari Minggu, menurut para pejabat Palestina. Eskalasi ini terjadi setelah putaran pembicaraan di Kairo yang berakhir tanpa kemajuan, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.
Israel dan Amerika Serikat sedang bersiap-siap untuk menghadapi potensi eskalasi di wilayah tersebut setelah Iran dan sekutunya, Hamas dan Hizbullah, berjanji akan melakukan pembalasan terhadap Israel atas pembunuhan seorang pemimpin Hamas. Menteri Luar Negeri AS Tony Blinken menyatakan pada hari Minggu bahwa Iran dan Hizbullah dapat menyerang Israel paling cepat pada hari Senin, menurut tiga sumber yang diberi tahu tentang panggilan telepon tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Axios.
Menlu AS Blinken mengatakan bahwa serangan serangan Iran dan Hizbullah dapat dimulai hari ini Senin,05 Agustus 2024.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen-produsen lain, termasuk Rusia (OPEC+), tetap pada rencana mereka untuk secara bertahap mengakhiri pemangkasan produksi secara sukarela mulai Oktober. Meskipun demikian, survei Reuters yang dirilis pada hari Jumat mengindikasikan bahwa produksi minyak OPEC meningkat di bulan Juli, bahkan dengan adanya pemangkasan produksi oleh kelompok tersebut.






Chat With AI
bg shape circle circle

Daftar sekarang dan Mulai Perjalanan trading Anda bersama PEF Indonesia!